raja mambang mit

Wakil Gubernur Provinsi Riau 

Home

Progres Main Stadium Capai 11,6 %

Cetak

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Pekanbaru (MMC) - Komisi D DPRD Riau melakukan kunjungan peninjauan ke lokasi pembangunan main stadium Universitas Riau (UR) yang akan dijadikan sebagai tempat pembukaan dan penutupan pelaksanaan Pekan Olahraga (PON) XVIII 2012 mendatang, Rabu (3/1). Rombongan itu dipimpin Ketua Komisi D, Syarif Hidayat dan didampingi Wakil Ketua DPRD Riau, Almainis.
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Kedatangan Komisi D disambut Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau, Zulkifli Rahman dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Eka Darma dan Manager Kontruksi, Agus serta pihak kontraktor yang merupakan sistem Kerja Sama Operasional (KSO) masing-masing PT Perumahan Pembangunan (PP), PT Wijaya Karya dan PT Adhi Karya.

Dalam pemaparannya Zulkifli mengatakan, main stadium nantinya akan dipergunakan untuk pertandingan bola kaki serta seremoni pembukaan dan penutupan. Pembangunan itu dikontrakkan dengan nilai Rp 832.497.207.000,- diatas luas lahan 66,4 ha dengan luas bangunan mencapai 77.552 m persegi.

Progress pelaksanaan pembangunan dirincikan Zulkifli, tahun 2009 dari rencana tujuh persen terealisasi 8,33 persen. Kemudian berkembang pada tahun 2010 dari target 9 persen namun terealisasi sebesar 11,6 persen. Sedangkan dana sudah dikucurkan yaitu uang muka sudah mencapai Rp 166 M namun semuanya sudah mencapai sebesar Rp 214 M dari tahun 2009.

Dikatakan, pembangunan itu direncanakan akan selesai tahun 2011 dengan realisasi tahun 2010 mencapai 60,91 persen. Sehingga tahun 2012 sudah siap untuk pelaksanaan PON.
Namun target itu dipertanyakan anggota Komisi D, Tengku Muhazza. Dia menduga hal itu tidak akan terealsiasi kalau dibandingkan dengan volume pekerjaan. “Menurut saya tidak akan selesai menjelang tahun 2012 karena bobot kerja cukup berat,” ujarnya.

Sedangkan AB Purba menekankan agar pembangunanya melibatkan tenaga kerja local dan perusahaan lokal. “Kita menginginkan agar kontraktor local juga dilibatkan,” ucapnya.

Sedangkan Ketua Komisi D, Syarif mengharapkan agar pembanguannnya tepat waktu karena waktu pelaksanaan PON sudah dekat. “Semua meragukan penyelesaianya. Karena ini menyangkut keisapan Riau sebagai tuan rumah PON. Makanya kita ingatkan agar pembangunnya tepat waktu. Kita minta betul Dispora untuk memantau dengan maksimal sehingga pekerjaannya tepat waktu,” tegasnya.

Soal anggaran yang masih dalam tanda bintang diakui Syarif, akan dicarikan alternatif lain karena Komisi D akan mengawasi betul pelaksanaan pembangunan itu. “Saya kira soal anggaran tidak ada masalah lagi. Sekarang tinggal pada pelaksanaan pembangunannya saja,” tambahnya. ant

Facebook Facebook